Menu Close

Fakta Obat Herbal Yang Bisa Menyembuhkan Covid

Tiga negara bagian India lainnya telah mengikuti jejak Goa untuk menambahkan Ivermectin dalam pengobatan, yaitu Uttarkhand, Karnataka, dan Uttar Pradesh. Seperti yang diharapkan, tiga negara bagian itu juga telah mengalami penurunan kasus harian baru, sebesar hampir seventy five persen. Tidak masalah jika penggunaan VCO bersamaan dengan mengonsumsi vitamin, karena itu semua tidak berinteraksi. Jadi silakan saja, habis minum vitamin kemudian minum VCO, tidak ada masalah. Begitu pula dengan pasien COVID-19, diperlakukan treatment dengan VCO.

Dalam hal mencari obat anti virus Covid-19, umumnya dilakukan dahulu uji secara in vitro menggunakan suatu sel kultur yang diinfeksi dengan virus tersebut. Jika obat baru tersebut bisa menghambat perkembangan virus atau membunuh virus corona, maka obat tersebut berpotensi untuk digunakan sebagai obat antivirus Covid-19. Namun jika secara in vitro pun tidak berefek, maka ada kemungkinan obat tersebut tidak berefek jika digunakan pada manusia.

Uji coba sangat penting dilakukan agar vaksin yang dihasilkan tepat karena akan diberikan ke sebagain besar populasi dunia. Ada sebanyak 45 sukarelawan mulai dari usia tahun yang akan menerima vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Moderna Therapeutics, yang diberi nama mRNA-1273. Para sukarelawan ini akan diobservasi selama 6 minggu dan masing-masing akan dibayar senilai 1.100 dolar Amerika, karena adanya risiko yang harus mereka tanggung.

Ini adalah obat yang cukup mahal buatan perusahaan AS Gilead Sciences, yang awalnya ditujukan untuk penyakit hepatitis C namun tidak efektif. Pada COVID-19, tampaknya obat ini dapat memperpendek rata-rata waktu tinggal di rumah sakit dari 15 menjadi eleven hari, tetapi tidak jelas apakah itu memiliki efek dramatis dalam mengurangi kematian. Favipiravir dikembangkan oleh Fujifilm Holdings Jepang untuk melawan virus lain, dalam kasus ini virus influenza. Dalam sebuah riset disebutkan unsur aktifnya bisa mengurangi beban virus pada tubuh pasien dan mereduksi lamanya waktu perawatan di rumah sakit.

Tanaman empon empon dengan kandungan curcuminmengandung zat aktif kurkuminoid yang berfungsi sebagai anti virus dan imunomodulator. Merdeka.com – Beredar informasi di media sosial terkait daun sungkai ambuh sebagai obat untuk menyembuhkan pasien positif virus corona Covid-19. Pada studi awal, pasien infeksi virus corona yang memenuhi kriteria dan mendapat remdesivir memiliki waktu rawat inap lebih singkat di rumah sakit, dan ada anggapan obat itu memperkecil kematian. Namun, studi dari Organisasi Kesehatan Dunia tidak menunjukkan hasil yang luar biasa. Propolis yang juga dikenal sebagai lem lebah adalah zat resin yang dikumpulkan oleh lebah dari berbagai jenis tanaman. Ekstrak propolis dikenal memiliki berbagai manfaat antara lain antiseptik, anti-inflamasi, antioksidan, antikanker dan terdapat kandungan flavonoid.

Obat penyembuh covid yang ampuh

Oleh sebab itu dalam proses pembuatan, hindari secepat mungkin kontak antara air dan minyak yang sudah terbentuk. Meskipun minyak dan air tidak saling bercampur, namun air bisa memprovokasi mengakibatkan penurunan kualitas minyak. “Sehingga ketika kita membuatnya itu semaksimal mungkin menghindari kontak antara air dan minyak, maka kita akan mendapatkan kualitas yang baik,” katanya mengingatkan. Proses selanjutnya adalah menyiapkan terbentuknya minyak atau terlepasnya minyak dari krim santan. Karena santan merupakan emulsi terdiri dari tiga komponen berupa air, minyak, dan protein.

Namun Rink mengungkapkan bahwa ada obat baru yang secara efektif dapat menangani COVID-19. Pernyataan BPOM ini menanggapi kabar penghentian penggunaan Klorokuin dan Hidroksiklorokuin untuk penanganan darurat terhadap pasien Covid-19 di Amerika Serikat dan Inggris. “WHO sampai saat ini belum menentukan obat atau regimen knowledge kombinasi pengobatan yang tetap untuk perawatan pasien Covid-19,” jelas Reisa. Dia menegaskan, sampai saat ini, WHO dan Kementerian Kesehatan RI tetap menganjurkan agar masyarakat selalu mengikuti petunjuk dari dokter dalam proses penanganan Covid-19.

“Oleh karena itu, penggunaannya harus dalam pengawasan ketat oleh dokter dan dilaksanakan di rumah sakit,” kata BPOM. BPOM menyatakan penggunaan obat Deksametason untuk mengobati Covid-19 selama ini masih terbatas pada pasien tertentu. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI telah memberikan respons mengenai kabar hasil penelitian yang menyimpulkan Dexamethasone efektif untuk pengobatan pasien Covid-19.